Misi misi para petinggi negara seperti gubernur memang sering kali membuat masyarakat bingung. Tidak heran jika ada banyak Gubernur Terbodoh yang misinya juga tidak masuk akal. Baru baru ini tersebar sebuah misi dari gubernur Florida Ron DeSantis yang ingin membuat Florida Bodoh. DeSantis memang dalam beberapa bulan terakhir cukup Viral karena serangannya terhadap Disney. Akan tetapi tidak sampai di situ, gubernur ini juga melancarkan serangan secara penuh kepada sejarah kulit hitam Teori Queer.
Pemblokiran Studi Kursus Afrika-Amerika
Gubernur Florida Ron DeSantis baru baru ini menyampaikan pemberitahuan bahwa negara bagiannya memblokir aktivitas atau kegiatan kursus Penempatan Lanjutan tentang Studi Afrika-Amerika. Alasan dari pemblokiran ini sendiri adalah adanya Teori Queer dan ideologi yang terkait dengannya. Tentunya saja hal ini juga berkaitan dengan penghapusan penjara sehingga menghindarkan anak anak dari hukuman penjara dalam Agenda Politik.
“Kami percaya mengajarkan dan memberikan bagaimana fakta dan cara berpikir kepada anak anak, akan tetapi kami tidak meyakini bila mereka harus mengikuti agenda dengan unsur paksaan. Pada saat Anda ingin menggunakan sejarah kulit hitam dan memberikan dukungan kepada teori queer, tindakan ini jelas memberikan indikasi tujuan politik”, jelasnya.
Sejauh ini banyak yang menilai jika DeSantis memang bukan politisi berbakat. Apalagi jika berbicara soal daya tariknya yang sangat kecil. Kemampuan berpidatonya saja tidak meyakinkan, terserah pendukungnnya mau mengakuinya apa tidak, akan tetapi hal seperti terlihat jelas pada saat DeSantis berpidato. Beberapa orang juga beranggapan jika dirinya merupakan penerus Donald Trump karena gaya berbicara yang serupa.
Sebagai politisi DeSantis sadar betul jika ada kekurangan besar dalam dirinya sehingga mengkonversi gaya berpolitiknya. Tidak jauh berbeda dengan Donald Trump, DeSantis menunjukan sekali sikap fanatik yang tidak tahu malu. Dirinya bahkan siap menghukum masyarakat dan tentu saja sudah mempersiapkan berbagai alasan dalam mengambil kebijakannya ini.
Pada akhir tahun 2020, pemerintah DeSantis mendapatkan julukan sebagai “Gubernur Pendidikan”. Gelar ini bisa muncul berkat komitmennya dalam menghadapi Indoktrinasi yang terbanung. Akan tetapi, ketika ataka terbanung tersebut sering pihak DeSantis lontarkan terkadang justru menjadi cercaan dari berbagai pihak. Karena memang dalam memimpin DeSantis terlihat tidak meyakinkan.
Ada lagi kata lain yang kerap kali DeSantis dan para pendukungnya agungkan yaitu “Groomer”. Kalimat ini cenderung mengarah kepada dukungan menstigmatisasi kelompok sekaligus merasionalisasi serangannya yang baru baru ini sedang viral. Serangan terhadap pendidikan publik di negara bagian Florida memang terus berlangsung dari DeSantis.
Karena mendapatkan julukan tersebut, DeSantis terus melanjutkan programnya dalam mengupayakan hak dari komunitas minoritas. Beberapa dukungan tersebut seperti mengenai penyebaran buku tek matematika yang mengandung pemikiran “Terbangun” dan lain sebagainnya terus gubernur ini upayakan dalam programnya.
Dalam pemerintah DeSantis sendiri sebagai masyarakat atau warga negara bagian, apabila Anda menantang kejenakaannya, maka akan jadi sasaran pembelajsan gubernur. Hal ini seperti yang terjadi pada Walt Disney Corporation yang juga pernah melakukan hal tersebut. Sama halnya dengan calon presiden dari Partai Republik, DeSantis Telah menjelma menjadi kefanatikan untuk mendapatkan pengikut nasional. Pemandangan dirinya memperlakukan kaum trans dan queer sebagai poin politik jelas terlihat.
Akan tetapi perlu diingat jika hal seperti ini sering terjadi oleh orang berkulit hitam dan queer. Tinggal menunggu waktu saja sampai rasisme DeSantis Bergabung bersama dengan Transfobia serta Homofobia dalam menciptakan sebuah kebijakan.
“DeSantis, seperti kebanyakan calon presiden dari Partai Republik sebelumnya, mulai mengalihkankan diri ke arah kefanatikan dalam upaya memperoleh pengikut secara nasional”.
Asumsi alasan dari pengutipan teori queer DeSantis ini soalah menjelaskan kebenciannya kepada kebijakan AP. Seperti yang Anda ketahui rekam jejaknya dalam melakukan kampanye tahun 2018 mungkin akan sulit melupakannya karena salah satu kampanye gubernur paling rasis di era modern.
Hal ini jelas berkaitan dengan serangannya terhadap kelas Studi Afrika-Amerika. Rencana ini padahal merupakan planning besar dalam pedoman yang akan berlanjut. Pada tanggal 12 Februari, Dewan Perguruan Tinggi juga melontarkan kritikan terhadap DeSantis.
Dalam kritikannya tersebut dewan perguruan tinggi menyatakan. “Selalu ada perdebatan mengenai isi mata kuliah AP Baru, baik yang menyehatkan seperti kursus kursus penting. pembicaraan seputar AP African American Studies telah berubah yang asalnya pembicaraan sehat menjadi misinformasi”.
Kesimpulannya
DeSantis dalam memimpin wilayah Florida memang terlihat sangat fanatik terutama sikapnya dalam beberapa bulan terakhir. Menurut para pengamat hal ini menjadi salah satu pemandangan yang sudah biasa dari calon calon partai politik Republik. Tentu saja gaya bicara dan tingkahnya yang menyerupai Donald Trump menjadi bahan kritikan pedas dari para oposisi.
Rencananya yang ingin membuat Florida bodoh kemudian tersebar membuka gubernur terbodoh ini melakukan blunder. Apalagi ketidak senangnya terhadap aktivitas studi Afrika-Amerika yang sangat krusial ini. tentu tindakan seperti ini membuat beberapa pihak kecewa termasuk Dewan Perguruan Tinggi. Yang sudah melontarkan suara ketidaksetujuannya atas kebijakan DeSantis.
