Skip to content
Sakura Pertiwi

Sakura Pertiwi

Blog Sakura Pertiwi

  • Home
  • Contact Us
  • Lifestyle
  • Beauty
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Toggle search form

30,2 Juta Warga Pesisir di Ujung Tanduk: Riset UPER Ungkap Realitas Pahit Nelayan Teluk Aru di Tengah Krisis Iklim

Posted on May 10, 2026 By admin No Comments on 30,2 Juta Warga Pesisir di Ujung Tanduk: Riset UPER Ungkap Realitas Pahit Nelayan Teluk Aru di Tengah Krisis Iklim

Setiap tanggal 6 April, Indonesia memperingati Hari Nelayan Nasional. Namun di balik perayaan itu, data lapangan justru menyajikan gambaran yang jauh dari membanggakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sekitar 30,2 juta warga pesisir Indonesia saat ini berada dalam ancaman nyata akibat dampak perubahan iklim yang terus mengintensif. Dan jika tidak ada intervensi kebijakan yang serius, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memproyeksikan kerugian ekonomi sektor perikanan di zona ekonomi eksklusif Indonesia bisa merosot hingga 26 persen pada tahun 2050.

 

Angka-angka itu bukan sekadar statistik dingin di atas kertas. Ia adalah cerminan dari kehidupan nyata jutaan keluarga yang menggantungkan hidup dari laut—keluarga-keluarga yang kini semakin terjepit oleh cuaca yang tak lagi bisa diprediksi, tangkapan yang terus menyusut, dan biaya operasional yang tidak bisa ditawar. Universitas Pertamina (UPER) hadir dengan penelitian lintas disiplin yang menelanjangi realitas tersebut secara akademis, sekaligus menyuarakan kebutuhan mendesak akan solusi nyata.

 

Teluk Aru: Pusat Perikanan yang Kini Penuh Ketidakpastian

Tim peneliti Universitas Pertamina memilih Teluk Aru di Kalimantan Selatan sebagai lokasi kajian—dan pilihan itu bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan salah satu pusat perikanan tangkap terbesar di Kalimantan Selatan dengan potensi produksi mencapai 98.000 ton per tahun. Namun justru di wilayah yang secara teknis memiliki potensi luar biasa itulah, dampak perubahan iklim paling terasa menghantam kehidupan para nelayannya.

 

Penelitian ini diketuai oleh Ita Musfirowati Hanika dari Program Studi Komunikasi UPER, dengan kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan pakar dari Teknik Logistik, Hubungan Internasional, serta Manajemen. Pendekatan multidisiplin ini penting karena permasalahan yang dihadapi nelayan bukan semata soal cuaca dan ekologi—ia menyentuh aspek komunikasi risiko, ketahanan logistik, diplomasi kebijakan, hingga manajemen keuangan rumah tangga.

 

Musim Barat yang Berubah Wajah: Pengetahuan Lokal yang Tak Lagi Bisa Diandalkan

Salah satu temuan paling mengkhawatirkan dari riset ini adalah pergeseran pola musim yang kian tidak menentu. Ita Musfirowati Hanika menjelaskan bahwa Musim Barat yang secara historis berlangsung selama tiga bulan kini bisa molor hingga lima bulan akibat perputaran angin yang tak lagi mengikuti pola yang biasa dikenal nelayan.

 

Dampak dari pergeseran ini jauh lebih dalam dari sekadar perubahan kalender melaut. Selama berabad-abad, nelayan tradisional mengandalkan pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun untuk menentukan kapan harus melaut, ke mana harus berlayar, dan jenis ikan apa yang sedang berlimpah di lokasi tertentu. Pengetahuan itu kini kehilangan relevansinya seiring anomali iklim yang mengacak-acak pola migrasi ikan dan kondisi perairan.

 

“Hasil kajian kami menunjukkan bahwa perubahan iklim di Teluk Aru telah menjadi realitas yang memaksa nelayan berhenti melaut akibat cuaca ekstrem yang tak menentu dan hilangnya kepastian lokasi tangkapan akibat anomali migrasi ikan,” papar Ita.

 

Satu Malam, Satu Ikan, Rp35.000: Wajah Kemiskinan di Balik Laut

Di antara berbagai data dan analisis ilmiah yang disajikan riset ini, ada sebuah kesaksian yang paling kuat berbicara: penuturan Lahudina (74), nelayan senior di Teluk Aru. Ia mengisahkan bagaimana suatu malam ia memancing sepanjang malam dan hanya berhasil mendapatkan seekor ikan—yang ketika dijual hanya menghasilkan Rp35.000. Sementara itu, biaya operasional sekali melaut saja sudah mencapai Rp100.000.

 

“Tahun ini cuaca tidak menentu, penghasilan nelayan sedang ‘sakit’. Pernah saya memancing semalaman cuma dapat satu ekor ikan, dijual cuma Rp35.000, padahal ongkos sekali jalan saja sudah Rp100.000. Kami tidak dapat untung, malah tombok,” ungkap Lahudina getir.

 

Kondisi yang tak jauh berbeda dialami Pak Kaswin, nelayan yang pada akhirnya memilih untuk meninggalkan profesi nenek moyangnya dan beralih menjadi petani cengkeh karena laut tak lagi memberikan kepastian ekonomi yang layak untuk menghidupi keluarga. Dua kisah ini adalah potret mikroskopis dari persoalan yang sesungguhnya sedang dialami jutaan nelayan di seluruh pesisir Indonesia.

 

Temuan Ilmiah: Kenaikan Permukaan Laut dan Penurunan Tangkapan

Secara ilmiah, riset UPER yang dipublikasikan melalui IOP Conference Series: Earth and Environmental Science serta Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (DIJEMSS) mencatat sejumlah indikator alarming. Permukaan laut di kawasan pesisir mengalami kenaikan sebesar 3,5 mm per tahun—laju yang tampak kecil namun ketika diakumulasikan selama beberapa dekade ke depan akan mengancam keberadaan fisik pemukiman pesisir. Sementara itu, hasil tangkapan nelayan telah turun hingga 15 persen—penurunan yang langsung menggerus pendapatan dan ketahanan pangan keluarga nelayan.

 

Riset ini juga mengungkap jeratan ekonomi yang menjerat nelayan: biaya operasional melaut yang mencapai Rp300.000 per trip kini seringkali melampaui pendapatan yang diperoleh. Ini adalah situasi defisit operasional kronis yang secara perlahan namun pasti menggerogoti aset, tabungan, dan pada akhirnya—seperti yang dialami Pak Kaswin—memaksa nelayan meninggalkan profesinya sama sekali.

 

Rekomendasi dan Komitmen UPER untuk Solusi Nyata

Tim peneliti UPER tidak berhenti pada tataran diagnosa. Dengan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM) dan Sustainable Livelihood Framework (SLF), riset ini menyimpulkan bahwa para nelayan sejatinya memiliki kesadaran dan niat yang kuat untuk beradaptasi—tetapi niat itu terbentur oleh keterbatasan akses terhadap informasi, teknologi, dan modal.

 

Rekomendasi yang diajukan mencakup kemudahan akses pembiayaan untuk modifikasi perahu agar lebih aman menghadapi cuaca ekstrem, penyediaan teknologi tepat guna yang langsung berdampak pada produktivitas nelayan kecil, serta penguatan sistem informasi cuaca yang presisi dan mudah diakses oleh nelayan di lapangan.

 

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menegaskan bahwa penelitian semacam ini adalah wujud nyata komitmen institusional. “Universitas Pertamina berkomitmen menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlanjutan masyarakat pesisir. Penelitian lintas disiplin ini adalah langkah konkret kami dalam menjembatani temuan akademik dengan kebutuhan mendesak nelayan di akar rumput demi menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” tegasnya.

Untuk melihat daftar program studi dan informasi pendaftaran terbaru, Anda dapat langsung mengakses laman resmi admisi Universitas Pertamina melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101 dan mulai merencanakan langkah akademik terbaik Anda.

 

 

Pendidikan Tags:2 Juta Warga Pesisir, 30, Riset UPER

Post navigation

Previous Post: Jujur Saja, Saya Hampir Nyerah Cari Internet Bagus di Tasikmalaya — Sampai Akhirnya Nemu Megavision
Next Post: 114 Pengaduan, Satu Akar Masalah: Mengapa Proyek Energi Strategis di Indonesia Kerap Ditolak Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • May 2022

Categories

  • Beauty
  • Berita
  • Bisnis
  • Fashion
  • Finance
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Mata-lokal-memilih
  • Nasional
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Piala-dunia-2022
  • Regional
  • Seleb
  • Sport
  • Techno
  • Teknologi
  • Travel
Seedbacklink

Motors Anunk Blog Azur Teknik Delapan Tujuh Image Fiver Kimcel Lanka Phone Doronix Hey Go Girl Lace Mamba Polliwog Spond Subito Technology Wiki Figures Neko Yamada Foshan Yewang Plaber Store Zero Modal Take Ni Bo Accela Navi Dframe Works Hilde Heim Wadimhiri Ants INC Passengers Online Quoc Dat Travel Albayt Al-Fakhir Auto Papa Avatron Park Astro Sabina Blog Dalara Twurn Epi Mundo Kata Kahama Salafiyat Iklan Ceria W Blogers Yamato Grace Islamu Deni Mehru Blog Swa Berita Olivia Toja Melisa Chaib Yurora Meta Online Kata Bijak Mitha Mbah Sinopsis Jogjis Jays South Fresta April WEB Wani Sinso Aladde Slaggert My Hit Radio Sambal Mama Utama Indo KP Info Aidax Hy Connect Estenad Hamakoi Jasa Buat Surat Moots Clothing Virtual Panic Nurse Husain Sulastri Shoh WEB Zombie Net Novo Tech Online Hojalero Mery & Marina Eien Blog Sallad WF Sofiq Mister Dimitri Rekonstruksi Ago Show Hidup Mulia China Mobile Magazine Rach Miller Laguras Exels Kart Book Gloture SPP Online Smiley Feed Adrian Orbai Erika Smith The Pine Second Mega Tronixing Segura Host Tengda Bio Hooker Tea Temufi Kujira Film Amar Lue Kare Emi Ane Shiwaya Pouya Web Mede Blog Codered Blog Fluid Time Iraqiyat Pio Nova Shoes Flins Mohammed Talbi Joor Joor Ponto Blog Gue BC Expo Article Ways Dekra Bike Online Kalender Real Food Suomi Mawared Korsarios Last Minute Inarima Kosmetik Licensario Indy Ten Point The Six Box Astra Medical Victime Sport IP Nuts Otoriyo Seru Milky Coke Old & Ado Gue Variando Animal Facts UAMJ XLS XLab Yaman Herbal Active Beat Tokori Global Deckape Media My Budapest Run A Drake Banjo Movie Bocho IO Clay Dyer Forestec Hay Bill Remont Air Naoki Arima J Sandwich Linux Internet Des Gua Ce Web Go Things To Do Tito Macaroni Information Navi Jones DB Wisata Surabaya Bos Travel Mata Dunia Teknob Trans City Kang Erik Mau Mae Tahfed Wirk Man Man Blog Niken Suwito Online Navi Creator Radio Sofa iswandi Iswandiesaputra Khayla Faiza Putri Iswandi Cuci Helm Banua Kata Wandi Catatan Wandi Kang Wandi Wandie Otomotif Blog Iswandi Blog Khayla Wisata Kandangan Blog Wandie Salsabela Dina Amelia Kurang Info Kurang Berita Berita Nasional Sinyal Web Media Koma Berita Besok Sosial Web Your Blogger Satu Iklan Sebelas Kata Online Selalu Paduan Wisata Sakura Pertiwi Halim Kurnia Umi Safitri Indah Yuliarti Info Aja Sehat Bijak Bertanya Afiliasi Acara Adaptasi Adat Abai Alun Alih Ambil Akumulasi Ancam Angkut Asing Arah Bagi Basmi Balas Bayang Beli Bawa Terbenam Bebas Belenggu Biasa Bentuk Terburu Cabut Cantum Cakup Aduan Ajakan Adem Mengakar Akses Anggap Balas Ambil Bentuk Capai Unggah Ubah Tunggu Ukur Ulasan Kata Gentayangan Bapak Dinginan Banyakan Besaran Kedalaman Memikat Gembira Yakinkan Segera Sekali Kehendak Kesepuluh Sambungan Media Konsultasi Ku Sepuluh Kata Berita Dingin Perkenan Blog Bahasa Blog Tanda Blog Sepeluh Berita Media Konsultasi Tanya Info Media Hangat Bahasa Kata

Copyright © 2026 Sakura Pertiwi.

Powered by PressBook WordPress theme